Laman
Entri Populer
Pengikut
Mengenai Saya
- taurah
- Bandung, Bandung/jawa barat, Indonesia
- Nama saya Taufik Rahman Kuliah di UPI (universitas Pendidikan Indonesia) angkatan 2008
Selasa, 20 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
Tugas Multimedia 1
Untuk teman-teman yang mau lihat tugas powerpoint saya silakan klik link di bawah ini. Materi yang saya bawakan pada tugas saya ini yaitu tentang 'fungsi satu-satu'. Mudah-mudahan bisa bermanfaat...check it out my friend....
Download here
Diposting oleh
taurah
di
15.49
0
komentar
Kamis, 01 Desember 2011
KECEMASAN MATEMATIKA
ILMUWAN TEMUKAN CARA ATASI KECEMASAN HADAPI MATEMATIKA.
Menggunakan teknologi pencitraan otak untuk pertama kalinya terhadap
orang yang mengalami kecemasan dalam mengerjakan soal matematika, para
ilmuwan telah memperoleh pengetahuan baru bagaimana beberapa siswa
mampu mengatasi ketakutan mereka dan berhasil dalam matematika.Para
peneliti dari University of Chicago menemukan hubungan yang kuat antara
keberhasilan dalam mengerjakan soal matematika dengan aktivitas dalam
jaringan area otak di lobus frontal dan parietal yang terlibat dalam
mengontrol perhatian dan mengatur reaksi emosional negatif. Respon ini
muncul ketika orang kesulitan dalam memecahkan masalah matematika.Menurut
Sian Beilock, profesor psikologi di University of Chicago, para guru
serta siswa dapat menggunakan informasi ini untuk meningkatkan kinerja
dalam matematika. Beilock dan Ian Lyons, mahasiswa PhD, melaporkan
temuan mereka dalam artikel, Matematika Kecemasan: Memisahkan
Matematika dari Kecemasan, diterbitkan pada jurnal Cerebral Cortex.Lyons
dan Beilock mengatakan penelitian mereka menunjukkan bahwa mengajar
siswa untuk mengontrol emosi mereka sebelum mengerjakan matematika
mungkin cara terbaik dalam mengatasi kesulitan matematika yang muncul
bersama kecemasan matematika. Tanpa langkah awal ini, dimungkinkan
mereka tidak berhasil dalam mengerjakan matematika. Penelitian,
yang didanai National Science Foundation, mulai dengan memberikan
kuesioner kepada sekelompok mahasiswa UChicago untuk menentukan apakah
mereka memiliki kecemasan matematika. Siswa menjawab pertanyaan tentang
secemas apa mereka ketika mendaftar untuk kursus matematika, berjalan
ke kelas matematika yang susah, diserahkan sebuah buku matematika dan
sebagainya. Lyons dan Beilock kemudian mengundang kelompok siswa ini
untuk dipindai otak mereka dengan menggunakan pencitraan resonansi
magnetik fungsional (fMRI), ketika mereka melakukan masalah matematika
sulit dan tugas ejaan sama sulit.Studi
ini menemukan bahwa untuk siswa dengan tingkat kecemasan tinggi pada
matematika yang dapat mengerjakan tugas matematika dengan baik,
aktivitas otak mereka yang bekerja selama fase antisipasi memulai
kaskade aktivitas otak ketika menyelesaikan tugas matematika. Kegiatan
otak ini tidak melibatkan daerah yang biasanya terkait dalam
perhitungan numerik. Sebaliknya, kegiatan ini lebih terkait dengan
motivasi."Pada
dasarnya, mengatasi kecemasan terhadap matematika tampaknya bukan
mengenai apa yang diketahui dan lebih banyak tentang meyakinkan diri
hanya bekerja keras dan sampai ke sana," kata Beilock dia juga
menambahkan, jika kita menunggu hingga waktu ujian dan baru mulai
mengatasi kecemasan, itu sudah terlambat. Penelitian
ini juga menyoroti bagaimana orang-orang yang gugup mengerjakan soal
matematika dapat bersikap biasa saja dalam situasi sehari-hari, seperti
menyeimbangkan buku cek. Mengambil nafas sebelum mengerjakan sesuatu
dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus untuk melakukan
matematika, dan lebih pada apa yang sebenarnya perlu dilakukan. "Ketika
Anda membiarkan otak Anda melakukan tugasnya, biasanya dia akan
melakukannya. Jika mengerjakan matematika membuat Anda cemas, maka
tugas pertama Anda adalah untuk menenangkan diri," kata Lyons. (Laksmi
I.R./KlikHeadline)
Diposting oleh
taurah
di
19.28
0
komentar



