Masalah Pendidikan Matematika Di Indonesia episode 4

      Para pendidik di tingkat sekolah dasar selalu mengandalkan hapalan dalam memahami matematika. Sebagai contoh kebanyakan para pendidik di sekolah dasar  ketika mau mengajarkan perkalian dasar dalam matematika selalu menyuruh siswa untuk menghapal perkalian 1 s/d 10 dan seterusnya tanpa memahamkan siswa mengenai arti dari operasi perkalian itu sendiri. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa pada masa siswa tingkat sekolah dasar dalam memahamkan matematika harus dengan bentuk yang konkrit dalam arti bisa dipahami siswa di dunia sehari-hari tidak langsung dalam bentuk abstrak.
Solusi
Seorang pendidik yang mengajar di tingkat sekolah dasar dalam memahamkan matematika pada siswanya harus dalam bentuk yang konkrit. Misalkan ketika mau mengajarkan tentang operasi perkalian pada siswa, di dahului dengan penjumlahan berulang dengan menggunakan peraga, kelereng, misalnya. Dengan mengelompokkan kelereng menjadi 4 kelompok yang berisi 3 kelereng, guru menjelaskan 4 x 3 adalah 12. Dengan cara mengubah cara pengelompokkan guru menunjukkan bahwa 3 x 4 juga 12. Hasilnya sama tetapi beda makna perkaliannya. Selanjutnya setelah memahami makna perkalian dengan baik barulah siswa diminta menghafalkan perkalian-perkalian dasar.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com