Rendahnya rata-rata nilai UAN mata pelajaran matematika
dibandingkan dengan mata pelajaran lainya, pada hasil studi TIMSS untuk siswa kelas VIII, Indonesia menempati
peringkat ke 36 dari 48 negara dalam matematika, hasil tes PISA tentang
matematika, siswa Indonesia berada pada peringkat ke 52 dari 57 negara. Dari
informasi di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa masih banyak siswa di
Indonesia yang belum bisa menjawab materi yang diujiankan baik yang levelnya
nasional apalagi internasional.
Solusi
Menurut saya
pribadi bahwa tipe soal-soal yang di ujikan di Ujian Akhir Nasional jika
dikaitkan dengan kaidah taksonomi bloom bahwa soal yang diujikan termasuk
jenjang C4 yang artinya tipe soal nya bersifat analitis dan kebanyakan soal
yang muncul adalah tipe soal yang non rutin, sedangkan seperti yang kita tahu bahwa selama
ini, penekanan pemebelajaran matematika di Indonesia adalah pada pemberian
rumus, contoh soal, dan latihan soal rutin. Siswa hanya mengerjakan soal
latihan yang langsung diselesaikan dengan menggunakan rumus dan algoritma yang
sudah diberikan sehingga siswa hanya dilatih mengingat. Akibatnya ketika siswa
di kasih soal non rutin, siswa sering melakukan kesalahan. Sehingga salah satu
cara menanggulangi masalah di atas adalah dengan cara meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematis, kemampuan penalaran matematis, dan kemampuan
komunikasi matematis pada diri siswa.